Memidana h4b1eb-R1-zieq Sama Saja Mengkriminalisasi Maulid Nabi Muhammad

Posted on

WARTARAKYAT.CO –¬†Direktur h4b1eb-R1-zieq Shihab Center H. Abdul Chair Ramadhan merespons kasus kerumunan HR$ di Petamburan, Jakarta Pusat.

Menurut Abdul, dalam asas legalitas dijelaskan bahwa Undang-undang harus dirumuskan secara terperinci dan cermat.

Hal tersebut didasarkan pada pinsip nullum crimen, nulla poena sine lege certa.

“Konsekuensi dari prinsip ini adalah bahwa rumusan perbuatan pidana harus jelas, tidak bersifat multitafsir yang bertentangan kepastian hukum,” kata Abdul dalam keterangannya kepada , Senin (19/4) sore.

Abdul yang juga ahli pidana itu menegaskan, istilah kerumunan acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan yang berbarengan acara pernikahan putri h4b1eb-R1-zieq, bukan perbuatan pidana.

Pasalnya, kata dia unsur delik harus ada dalam rumusan undang-undang.

“Pelanggaran terhadap prokes (protokol kesehatan, red) sepanjang tidak diatur dalam Undang-Undang, tidak menjadi unsur delik,” ujar Abdul.

Ditinjau dari ajaran kausalitas (sebab akibat), lanjut dia, berkerumunnya banyak orang saat itu, karena acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Konsekuensinya, sanksi hukum terhadap kerumunan a quo dikenakan, kata dia, berdasar hukum kausalitas acara Maulid Nabi Muhammad SAW adalah bersifat melawan hukum.

“Kesimpulannya memidana IB HR$ dkk sebab alasan kerumunan Maulid Nabi Muhammad SAW, itu sama saja dengan mengkriminalisasi Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Abdul.

 

Saat ini h4b1eb-R1-zieq tengah menjalani sidang dalam sejumlah kasus di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Dia didakwa atas tiga perkara, yaitu perkara Nomor 221/Pid.B/2021/PN.Jkt. Tim terkait kasus kerumunan di Petamburan.

Selanjutnya perkara dengan nomor 225/Pid.B/2021/PN.Jkt. Tim terkait tes usap di RS Ummi.

Kemudian, perkara Nomor 226/Pid.B/2021/PN.Jkt. Tim terkait kasus kerumunan di Megamendung. (*)

Source link