Dicecar h4b1eb-R1-zieq, Saksi Kompak Sebut Massa Megamendung Spontan

Posted on


WARTARAKYAT.CO – Eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) h4b1eb-R1-zieq Shihab mencecar empat saksi pada persidangan kasus kerumunan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (19/4).

Pertanyaan h4b1eb-R1-zieq itu terkait motif kerumunan massa yang hadir dari Simpang Gadog hingga sekitar pondok pesantren Agrokultural Markaz Syariah Megamendung. Kondisi tersebut kemudian membuatnya dijerat perkara hukum dan kini menjalani persidangan.

Dalam sidang itu, h4b1eb-R1-zieq awalnya menanyakan ke semua saksi ihwal undangan resmi yang diduga membuat massa berkumpul di sepanjang Simpang Gadog. Para saksi lantas menyatakan undangan tersebut hanya berupa pesan singkat WhastApp yang tak jelas asal usulnya.

“Apakah ada anda mendapatkan selebaran atau undangan resmi seperti di WA. Kartu undangan resminya ada ga? ,” tanya h4b1eb-R1-zieq.

“Tidak ada,” jawab empat saksi kompak.

Mendengar jawaban tersebut, h4b1eb-R1-zieq menanyakan lagi kepada saksi, apakah mendapatkan undangan atau pemberitahuan kedatangannya itu berupa spanduk di sepanjang jalan. Lagi-lagi para saksi menjawab, tidak melihat ada pemberitahuan kedatangan h4b1eb-R1-zieq yang berbentuk spanduk.

“Kalau undangan berbentuk spanduk ada nggak?” tanya h4b1eb-R1-zieq.

“Saya tidak ada [melihat],” jawab para saksi kompak.

“Baik, terima kasih . Jadi sumber itu hanya lewat WhatsApp tadi. Terima kasih,” ucap h4b1eb-R1-zieq.

Selain itu, h4b1eb-R1-zieq juga mencecar para saksi terkait motif massa yang hadir dalam kerumunan di Megamendung tersebut. Ia lantas menanyakan apakah ada mobilisasi oleh panitia ataukah peserta hadir secara spontan.

“Mereka datang spontan, ada A, B, C kebanyakan ada yang naik motor dan jalan kaki,” jawab saksi Kabid Pengendalian dan Operasional Satpol PP Kabupaten Bogor, Teguh Sugiarto.

“Spontan,” jawab Camat Megamendung, Endi Rismawan.

Mendengar hal itu, h4b1eb-R1-zieq menganggap bila motif massa yang hadir menurut saksi dilakukan secara spontan maka tak seharusnya dirinya menjadi kambing hitam atas kasus ini.

Tak hanya itu, h4b1eb-R1-zieq kembali mencecar para saksi soal massa yang hadir, apakah untuk melakukan demo atau menyambut kehadiran dirinya. Para saksi lantas menjawab bahwa massa yang hadir untuk menyambut h4b1eb-R1-zieq.

“Menyambut,” kompak seluruh saksi.

h4b1eb-R1-zieq kembali melontarkan pertanyaan kepada seluruh saksi apakah massa tersebut menyambutnya dengan cinta atau benci.

“Penuh cinta. Karena saya ada di lapangan,” kata saksi Teguh.

“Sama,” kata tiga saksi lainnya.

Mendengar hal itu, h4b1eb-R1-zieq memyimpulkan bahwa kerumunan massa yang hadir mengular dari Simpang Gadog menuju pesantrennya merupakan bentuk aksi spontan.

“Mereka spontan, antusias, mereka bukan mendemo. Dan tak ada panitia, karena spontan,” kata h4b1eb-R1-zieq.

Diketahui, jaksa menghadirkan empat saksi dalam sidang h4b1eb-R1-zieq Shihab di perkara kerumunan Megamendung. Mereka yakni Camat Megamendung Endi Rismawan, Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah, Kabid Pengendalian dan Operasional Satpol PP Kabupaten Bogor Teguh Sugiarto dan, Kasie Trantib Satpol PP Bogor Iwan relawan.

Dalam perkara ini, h4b1eb-R1-zieq didakwa melanggar sejumlah pasal terkait UU Kekarantinaan Kesehatan dengan menghalangi-halangi penanggulangan wabah. Ia terancam kurungan penjara maksimal maksimal satu tahun.

Kerumunan di Megamendung terjadi sepekan setelah kepulangan h4b1eb-R1-zieq dari Arab Saudi pada pertengahan November 2020 lalu. Saat itu, h4b1eb-R1-zieq menjalani rangkaian kegiatan salah satunya di Pondok Pesantren Alam Agrikultural Markaz Syariah miliknya. []

Source link