Salah satu alasan utama orang membeli asuransi adalah untuk melindungi diri dari risiko kesehatan yang mungkin timbul di masa depan. Asuransi adalah cara terbaik untuk melindungi kesehatan Anda sejak usia dini, karena kesehatan yang telah dijaga menurun seiring bertambahnya usia, dan ada risiko kecelakaan dan potensi kesehatan yang tidak dapat diprediksi. Saat ini sudah banyak perusahaan asuransi yang fokus pada asuransi kesehatan, khususnya asuransi kesehatan syariah. Memang, pilihan produk asuransi syariah telah menjadi identik dengan nasabah muslim yang menginginkan produk investasi yang benar-benar halal dan bebas kasus yang dilarang oleh syariat Islam. Bagaimana perkembangan asuransi kesehatan syariah di Indonesia saat ini? Dalam artikel ini, wartarakyat memaparkan Asuransi Kesehatan Syariah dan produk yang dapat Anda pilih untuk mendapatkan manfaat pertanggungan yang optimal.

Apa itu Asuransi Kesehatan Syariah?

Prinsip asuransi syariah terletak pada dua akad, yaitu akad tihara, yang artinya segala bentuk kerjasama adalah untuk tujuan komersial. Dan yang kedua adalah kontrak Tabal. Artinya semua kerjasama adalah untuk tujuan kebaikan dan saling membantu. Dengan dasar ini, semua produk asuransi syariah, termasuk asuransi kesehatan syariah yang menggunakan 2 prinsip ini, bebas dari perhitungan riba. Asuransi Kesehatan Syariah adalah asuransi yang menjamin risiko kesehatan dan cakupan perawatan kesehatan global dengan menggunakan prinsip-prinsip Syariah dalam menentukan premi dan memproses klaim.

Apa itu Takaful?

Berbeda dengan asuransi tradisional, asuransi kesehatan syariah memiliki prinsip Takaful. Asuransi syariah memiliki prinsip Takaful yang terjaga dengan baik. Prinsip Takaful adalah sistem pembagian risiko. Artinya, asuransi bekerja sama dengan peserta asuransi untuk berbagi risiko. Perusahaan bertugas mengelola dana yang disediakan oleh perusahaan asuransi.

Prinsip Asuransi Syariah

Banyak orang mencari perbedaan antara asuransi syariah dan asuransi tradisional. Sebelum kita membahas asuransi kesehatan berbasis syariah, baiknya kita pahami dulu prinsip-prinsip asuransi syariah secara umum. Setidaknya terdapat tiga perbedaan penting, yakni menjalankan Asuransi Kesehatan Syariah sesuai dengan syariat Islam dan disetujui oleh MUI. Artinya, tidak ada unsur galler, riba, atau judi. Namun, untuk menekankan prosedur kehalalan asuransi syariah, ada prinsip-prinsip yang digunakan dalam setiap kegiatan berikut:

  • Bekerja dengan Takaful dan Tabarru untuk berbagi risiko. Oleh karena itu, seluruh investasi dan kegiatan usaha ditanggung oleh perusahaan asuransi dan peserta. Tabarru’, di sisi lain, adalah kumpulan dana dari peserta yang digunakan untuk menjalankan ekonomi yang dikelola oleh perusahaan asuransi.
  • Pengembalian uang, yaitu premi yang dibayarkan oleh peserta sampai dengan akhir masa asuransi, akan dikembalikan sesuai dengan kontrak. Oleh karena itu, tidak ada dana yang disita dari premi yang disetorkan selama masa asuransi.
  • Landasan ibadah, prinsip menekankan nilai amal ibadah, membantu sesama penanggung. Semua premi yang dibayarkan nantinya akan digunakan untuk membayar klaim dari peserta lain yang terkena bencana.

Tujuan Asuransi Kesehatan Syariah

Pemerintah telah menyetujui keberadaan asuransi syariah dengan pengaturan yang jelas dan pengawasan yang ketat. Undang-undang Asuransi Syariah diperbolehkan berdasarkan Fatwa MUI selama dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dan Syariah. Tentunya keberadaan Asuransi Kesehatan Syariah bertujuan untuk saling melindungi dan membantu sesama pemegang polis Syariah. Inisiatif ini akan didanai oleh perusahaan asuransi yang dikelola dan akan dikembalikan sesuai dengan kontrak.

Manfaat Asuransi Kesehatan Syariah

Dalam penerapannya, asuransi syariah merupakan jenis usaha yang mengutamakan keadilan. Hal ini terjadi karena pihak yang berinvestasi menerima imbalan yang sama. Selain itu, manfaat lain dari Asuransi Kesehatan Syariah antara lain:

  • Semua premi yang dibayarkan selama masa asuransi akan dikembalikan setelah masa asuransi berakhir, sehingga tidak ada dana yang disita.
  • Setiap peserta memiliki dana yang disimpan pada perusahaan asuransi syariah, sehingga menjaga transparansi pengelolaan perusahaan. Di awal akad, kita juga akan membahas bagi hasil sesuai rasio tabarru’ dan ujrah.
  • Dana investasi jelas digunakan dan diawasi oleh Komisi Syariah Nasional, sehingga tidak ada riba.
  • Menjaga kehalalan dan mendapatkan pengawasan dan arahan dari pemerintah dan Dewan Syariah Nasional sesuai dengan situasi ekonomi Indonesia.
  • Manfaat tetap meskipun peserta tidak mampu membayar premi bulanan dan menerima manfaat yang sama dengan peserta lainnya.
  • Ada kemungkinan double billing pinjaman rumah sakit terkait dengan asuransi BPJS dan perusahaan lain.

Demikianlah Definisi dan Manfaat Asuransi Kesehatan Syariah yang dapat wartarakyat ulas. Semoga membantu.